"Saya juga kaget tapi sudah keputusan partai ya harus dilaksanakan. Saya sudah dilantik menjadi Wakil Ketua Komisi XI," kata Harry kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Harry menyangkal pergeseran posisi tersebut karena terlalu vokal menyuarakan dana aspirasi. Harry menilai partai menugaskan dirinya menyusun UU moneter di Komisi XI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry juga membantah pergeseran dirinya dikarenakan statement penolakannya atas calon Gubernur BI Darmin Nasution. Harry pun siap melaksanakan tugas sesuai dengan perintah partai.
"Yang disampaikan adalah misi-misi yang disebutkan itu. Ini sudah menjadi keputusan partai dan Saya kader yang loyal Saya menerima perintah partai dimana saya ditempatkan," tegasnya.
Seperti diketahui, Partai Golkar mengganti posisi Harry Azhar sebagai Ketua Banggar DPR RI dengan Melchias Markus Mekeng. Harry Azhar membuat kontroversi setelah ngotot mengusulkan dana aspirasi Rp 15 miliar untuk 506 anggota DPR. Harry mengaku dirinya akan terus memperjuangkan dana aspirasi sampai gol.
(van/qom)










































