"Kita memang mengimpor, kakao itu harus blend. Sampai kapan pun kita impor yang rasa tertentu yang harus diimpor," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Bayu menjelaskan kebutuhan impor kakao bubuk rasa tertentu per tahunnya mencapai 20.000 ton sedangkan kebutuhan bahan baku kakao di industri dalam negeri mencapai 300.000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai perkembangan investasi industri olahan kakao di Indonesia, Bayu menuturkan sudah ada dua investor asal Malaysia dan Singapura yang berinvestasi. Bahkan kata Bayu jumlah peminat investasi industri kakao olahan di Indonesia sudah cukup banyak.
"Dengan mereka berdua masuk, maka yang lain bakal berbondong-bondong," katanya.
Ia menjelaskan investor asal Singapura yaitu ADM termasuk pemain industri olahan kakao terbesar di dunia. Bayu optimis jika ADM masuk maka sektor industri olahan kakao Indonesia semakin berkembang.
(hen/dnl)










































