Ekonomi Asia dipandang terus membaik berkat dukungan ekspor yang membaik, permintaan swasta yang kuat dan berlanjutnya dampak kebijakan stimulus.
Namun ADB mengingatkan adanya risiko pelemahan pada semester II-2010 yang datang dari lingkungan global yang masih diliputi ketidakpastian, permintaan swasta domestik yang tidak bisa diprediksi dan risiko aliran modal yang dramatis serta fluktuasi nilai tukar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADB memperkirakan perekonomian Asia Timur yang meliputi China, Hong Kong, Korea bisa mencapai 8,4% atau lebih tinggi dari proyeksi semula sebesar 8,3%. Investasi yang lebih besar telah membantu perekonomian ketika negara tersebut, di samping juga produksi dan belanja konsumen mulai meningkat dan ekspor pulih dengan kuat.Β
Untuk kawasan Asia Tenggara diprediksi bisa tumbuh 6,7% pada tahun 2010, jauh lebih tinggi dari proyeksi semula yang hanya 5,1%.
Pertumbuhan ekonomi 5 negara di kawasan tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand berhasil melebihi ekspektasi berkat kuatnya ekspor, produksi industri yang meningkat dan membaiknya kepercayaan konsumen. Kelompok 5 negara Asia Tenggara tersebut diprediksi bisa tumbuh perekonomiannya sebesar 6,8%.
Demikian pula untuk Asia Tengah, ADB melihat perekonomiannya juga membaik berkat membaiknya kondisi perekonomian global dan juga harga minyak. ADB melihat perekonomian Asia Tengah bisa tumbuh 4,8% di tahun 2010, naik dari proyeksi semula sebesar 4,7%.
Untuk pertumbuhan di Kepulauan Pasifik diprediksi meningkat menjadi 3,8% dari prediksi semula yang hanya 3,7%. Namun kinerja untuk kawasan ini cukup beragam, dimana pelemahan yang satu bisa diimbangi oleh penguatan lainnya. (qom/dnl)











































