Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima melakukan interupsi pada awal pembukaan sidang Paripurna kali ini. Anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan itu mengaku usulan untuk pembentukan tim pengawas sudah pernah disampaikan pada sidang paripurna beberapa waktu lalu tetapi tidak ada respon dari pimpinan DPR.
"Sejak saya mengusulkan pembentukan tim pengawas sampai saya berbicara lagi hari ini, sudah ada kasus ledakan tabung gas sebanyak 4 kali yang menelan korban 9 orang," ujar Aria dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di komisi kami sudah melakukan tugas pengawasan, dalam kasus ini butuh sikap dari DPR sebagai lembaga," ujarnya.
Aria menegaskan jika tidak ada respon dari pimpinan DPR, dirinya sebagai anggota DPR akan menggunakan hak interpelasi atau hak angket untuk memperjuangan masalah tabung gas yang sempat mengkhawatirkan masyarakat tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Anis Matta sudah berencana melakukan Rapim mengenai pembentukan tim pengawas elpiji.
"Kami sudah menjadwalkan Rapim pada pekan depan," ujarnya.
Menurut Anis, kasus ledakan akibat penggunaan tabung elpiji yang tidak tidak dapat dibiarkan begitu saja. Apalagi kasus ledakan tersebut sampai saat ini sudah menelan sejumlah korban.
(nia/dnl)










































