"Jangan-jangan ini black campaign dari kompetitor Pertamina dengan cara-cara yang tidak sehat," ujar Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Eri Purnomohadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Eri menduga para pesaing Pertamina tersebut ingin mengambil jatah BBM bersubsidi yang selama ini disalurkan oleh PT Pertamina (Persero). Apalagi saat ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah membuka tender distributor BBM bersubsidi jatah tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjamin spesifikasi premium dan solar yang disalurkan Pertamina melalui SPBU-SPBU-nya, karena seluruh BBM yang dijual sudah melalui quality control sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
"Untuk BBM itu kan dari kilang pengolahan Pertamina ke depot, Pertamina selalu mengadakan sampling untuk mengecek kualitasnya. Begitu pun premium dan solar yang dibawa dari depot ke SPBU itu juga selalu disampling. Bahkan untuk BBM yang dijual di SPBU, setiap pagi sebelum dijual, Pertamina juga tetap memeriksa kualitasnya agar tetap sesuai dengan spefikasi yang ditetapkan pemerintah," paparnya.
Untuk itu, para pengguna premium dan solar tidak bisa menyalahkan kerusakan pada fuel pump mobil tersebut karena kualitas premium dan solar yang digunakan.
"Jangan begitu saja menyalahkan kualitas BBM-nya. Fuel pump itu kan tidak bisa langsung rusak begitu saja, ada prosesnya. Bisa saja kualitas fuel pump-nya yang bermasalah," tambahnya.
(epi/dnl)










































