"Sonangol itu kan sudah punya aset produksi di Irak, Kita harapkan kerjasamanya di aset tersebut," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Menurut Karen, saat ini Pertamina dan Sonangol tengah mengevaluasi perjanjian kerjasama tersebut. "Agreement-nya akan dievaluasi oleh kedua belah pihak," tambah Karen.
Β
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) dan Sonangol sepakat akan mengadakan joint study bersama dari sejumlah lapangan migas yang terdapat di Angola baik onshore maupun offshore .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut merupakan hasil dari pertemuan Karen dengan Chairman & CEO Sonangol Manuel Vicente di sela-sela pertemuan tingkat menteri Negara-negara OPEC yang berlangsung 22 Desember 2009 di Luanda.
Dalam rangka menjajaki kesempatan kerjasama dan guna mendukung rencana peningkatan produksi migas Pertamina di masa datang, Karen juga turut mendampingi Menteri ESDM Darwin Z. Saleh dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan menteri-menteri energi dari Angola, Qatar, Irak, dan Libya.
Khusus dengan Angola juga dijajaki kerjasama peningkatan kapasitas tenaga perminyakan Angola melalui joint study dan pelatihan di Indonesia. Dengan produksi minyak yang mencapai 1,9 juta barel per hari, Angola diprediksikan akan mampu memproduksi hingga di atas 2 juta barel dalam 3 tahun mendatang.
(epi/dnl)











































