JK Minta Bau Gas Elpiji Dibuat Lebih Menyengat

JK Minta Bau Gas Elpiji Dibuat Lebih Menyengat

- detikFinance
Rabu, 21 Jul 2010 08:35 WIB
JK Minta Bau Gas Elpiji Dibuat Lebih Menyengat
Jakarta - Sebagai seorang pencetus ide konversi minyak tanah ke gas elpiji, rupanya Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih menyempatkan perhatiannya pada masalah program konversi ini.

Maraknya kasus terbakarnya tabung elpiji 3 Kg yang banyak memakan korban jiwa, membuat JK mengusulkan agar PT Pertamina (persero) untuk memperhatikan masalah zat campuran pada gas elpiji agar lebih berbau.

Ia mengharapkan Pertamina meningkatkan jumlah kandungan zat pembau (ethyl merchaptan) di elpiji agar ketika terjadi kebocoran gas masyarakat pengguna bisa mengetahuinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahannya perlu ditambah agar baunya lebih menyengat kalau bocor," kata Jusuf Kalla melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa malam (20/7/2010).

Selama ini zat tambahan pembau pada elpiji atau ethyl merchaptan memiliki komposisi tertentu dalam setiap komposisi campuran massa jenis gas elpiji. Sehingga aroma 'bau' dari gas yang menyebar ke udara karena kebocoran tabung bisa terendus manusia dalam jarak tertentu.

Masalah ini  sebelumnya sudah pernah diungkapkan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Distribusi dan Keagenan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur.

Menurut Natsir, Pertamina harus mampu menjelaskan masalah ini kepada publik. Mengingat sistem alarm (early warning)  bau bagi elpiji sangat penting agar masyarakat pengguna khususnya elpiji 3 Kg bisa mengetahui jika terjadi kebocoran.

"Kalau tak ada campuran, maka fungsi gas elpiji, apabila terjadi kebocoran tak bisa dideteksi," jelasnya.

Natsir berharap masalah keamanan bagi elpiji harus menjadi perhatian Pertamina, termasuk dalam memastikan produk elpijinya tetap menggunakan aroma pembau agar masyarakat selamat dari ancaman kebakaran tabung elpiji.


(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads