Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (21/7/2010).
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada Maret lalu lahan panen yang tercatat sejumlah 2,4 juta hektar. Pada April sebanyak 1,9 juta hektar, sedangkan Mei dan Juni sebanyak 970 ribu hektar lahan panen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Bayu, kenaikan harga yang terjadi pada Juni juga dipicu oleh matahari yang kerap tidak muncul sehingga padi di penggilingan menumpuk karena tidak bisa dikeringkan.
"Bukan masalah produksi, tapi nggak ada matahari, masa mau dikipasin satu-satu," celotehnya.
Dari sisi hama, Bayu mengungkapkan, hal tersebut tidak akan berdampak signifikan. Karena, per tahun kerugian Indonesia yang tercatat akibat serangan hama wereng hanya mencapai 240 ribu hektar dari seluruh lahan padi yang sebanyak 7,2 juta hektar di seluruh Indonesia.
Dari luas lahan tersebut, ada beberapa lahan yang bisa panen hingga 2 kali sehingga total keseluruhan lahan panen mencapai 12,2 juta hektar di seluruh Indonesia.
"Kalau ada hama wereng total selama setahun se-Indonesia itu cuma 240 ribu hektar. Yang puso (gagal panen) cuma 3.500 hektar. Petani kan nggak goblok. (Setelah terkena hama) mereka menyemprot, membersihkan, dan menanam ulang," tukasnya.
(nia/dnl)











































