"Saya sesalkan kenapa saya tidak ambil risiko adakan trafo melalui penunjukan langsung. Kenapa saya memilih pengadaan trafo melalui prosedur yang hati-hati dan butuh waktu panjang?" ujar Dahlan saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (21/7/2010).
Dahlan menyatakan, jika saja dia berani mengambil risiko tersebut maka kemungkinan besar pengadaan trafo cadangan tersebut akan bisa segera terealisasi, sehingga jika ada trafo yang mengalami kerusakan atau kelebihan beban, maka Jakarta tidak perlu mengalami pemadaman seperti saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik Jawa Pos Group ini sebelumnya memilih mencari cara aman untuk merealisasikan pembelian 12 travo cadangan lewat mekanisme penunjukan langsung pada 2010. Meskipun Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memperbolehkan PLN melakukan penunjukan langsung.
Dahlan juga memahami jika ada masyarakat menyatakan bahwa PLN telah melanggar janjinya kalau Indonesia bebas padam mulai 30 Juni lalu, namun nyatanya saat ini masih ada pemadaman bergilir.
"Saya mengerti kalau ada yang beranggapan demikian. Mereka tidak tahu kalau yang dimaksud bebas padam itukan bebas pemadaman bergilir, bukan bebas dari pemadaman karena kendala teknis seperti ini," paparnya.
Namun ia memastikan, pasokan listrik untuk seluruh wilayah Jakarta yang mengalami pemadaman secepatnya akan normal kembali.
Manager Humas PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto sebelumnya mengatakan, pada pukul 09.33 WIB telah terjadi gangguan di trafo pembangkit PLTGU Muara Karang. Beberapa daerah di Jakarta mengalami pemadaman dan PLN sedang melakukan pemulihan secepatnya dan diharapkan sore ini kondisi pulih kembali.
Saat ini sebagian listrik di wilayah Kebon Sirih dan Jalan MH Thamrin, Jakarta sudah mulai pulih.
(epi/qom)











































