PPI Bidik Pendapatan Rp 2 Triliun di 2010

PPI Bidik Pendapatan Rp 2 Triliun di 2010

- detikFinance
Rabu, 21 Jul 2010 15:02 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), BUMN di sektor perdagangan, merevisi target pendapatannya dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 2 triliun di 2010.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PPI Heinrych Napitupulu dalam acara rakor semester I di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (21/7/2010).

"Target sampai akhir tahun menjadi Rp 2 triliun, kita revisi dari target awal Rp 1,3 triliun," imbuh Heinrych.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan hingga semester I-2010 pendapatan perseroan sudah mencapai Rp 1,29 triliun. Bahkan pada Juli 2010 ini target sepanjang tahun 2010 sudah terlampaui.

Peningkatan pendapatan ini, lanjut dia, ditopang dari penjualan gula kristal putih sebesar Rp 500 miliar yang cukup signifikan menopang kinerja PPI.

Meski ia mengakui produk andalan perseroan yaitu semen dan pupuk anjlok penjualannya pada semester I-2010 karena faktor musim hujan yang tinggi.

Menurutnya pada semester pertama lalu, PPI terus mengembangkan bisnis seperti perdagangan beras. Bahkan penjualan produk konsumer seperti kertas tulis dan minyak goreng mulai dilakoni perseroan sejak 2 bulan lalu.

"Komoditi yang kedepan baik adalah consumer goods. Sekarang kita jadi distributor kertas tulis dan minyak goreng Sinar Mas," jelas Heinrych.

Ia mencontohkan meski baru dua bulan, penjualan kertas tulis mampu membukukan penjualan hingga 25 kontainer per bulan. Targetnya pada tahun 2010 pejualan kertas tulis diakhir tahun akan mampu mencapai 50-60 kontainer.

"Untuk minyak goreng kita sudah mampu menjual Rp 2 miliar per bulan, akhir tahun bisa sampai Rp 3-4 miliar per bulan," jelasnya.

Selama ini perseroan menggeluti bisnis perdagangan untuk beberapa komoditi seperti B2 (bahan berbahaya) mengambil porsi 30%, gula 30%, semen 20%, dan produk konsumer 20%.

Pada tahun 2009 lalu perseroan mampu membukukan omset sebesar Rp 1,1 triliun dengan laba bersih Rp 16 miliar. Pada tahun ini dengan revisi pendapatan hingga Rp 2 triliun, perseroan optimis mampu mencatatkan laba bersih sedikitnya Rp 30 miliar.

"Kita juga ada peningkatan modal kerja dari Rp 20 miliar tahun 2005 sekarang ini sudah mencapai Rp 300 miliar," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads