Jumpa Pers PLN 'Remang-remang' dan Panas

Jumpa Pers PLN 'Remang-remang' dan Panas

- detikFinance
Kamis, 22 Jul 2010 10:53 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) menjalani komitmennya untuk berbagi susah dengan masyarakat yang mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan trafo di PLTGU Muara Karang. Pagi ini saat acara jumpa pers PLN dengan pengusaha, suasana kantor PLN remang-remang dan tanpa pendingin ruangan atau AC.

Dari pantauan detikFinance di kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (22/7/2010), para pengusaha dan undangan yang hadir tampak berkipas-kipas karena panasnya udara dalam ruangan tersebut. Dari antara pengusaha yang hadir tampak Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dan PAW Ketua Umum Kadin Adi Putra Tahir.

Jumpa pers ini mengumumkan soal kesepakatan perhitungan baru kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk industri, yang sebelumnya protes atas perhitungan kenaikan TDL yang memberatkan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan mohon maaf jika ruang jumpa pers terasa panas dan lampu tidak terang.

"Saya mohon maaf tempat panas, karena ini permintaan seorang wartawan agar lampu dan AC di kantor PLN sebaiknya dimatikan. Jadi anda jangan heran kalau seluruh kantor pelayanan PLN di Jakarta semua lampunya mati," tutur Dahlan..

Dahlan Iskan sebelumnya mengeluarkan instruksi untuk kantor PLN pusat agar berhemat listrik menyusul terjadinya gangguan di PLTGU Muara Karang yang menyebabkan terganggunya pasokan listrik.

Berikut isi email yang diteruskan ke semua unit PLN di Jakarta via email:

Himbauan Sekretaris Perusahaan : Sehubungan dengan adanya gangguan di PLTGU Muara Karang, dimohon agar kantor-kantor Unit PLN di Jakarta dapat mematikan/mengurangi pemakaian semua AC yang ada dan mengurangi lampu-2 yang hidup, mulai sekarang sampai pulihnya PLTU Muara Karang. Ini untuk menunjukkan bahwa PLN ikut merasakan akibat gangguan PLTU Muara Karang dan mengurangi beban puncak siang hari. Tks (Mohon ini juga di SMS-kan dan dapat diteruskan ke rekan-2 PLN di wilayah JKT).

(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads