Carrefour 'Banting' Harga Cabai

Carrefour 'Banting' Harga Cabai

- detikFinance
Kamis, 22 Jul 2010 12:43 WIB
Carrefour Banting Harga Cabai
Jakarta - PT Carrefour Indonesia (Carrefour) banting harga cabai keriting hingga mencapai Rp 33.000 per kg. Hal ini merupakan bagian dari program ganti harga Carrefour sebanyak 12 produk segar (fresh) dalam menghadapi puasa dan lebaran hingga 3 bulan ke depan.

Sebagai pembanding saja, harga cabai rata-rata nasional berdasarkan data Kementerian PerdaganganΒ  per 21 Juli 2010, Rp 34.392 per kg sementara harga rata-rata Jakarta Rp 38.600 per kg.

"Cabe harganya sudah naik, kita mau menjamin harganya hari ini, jika di kompetitor lain Rp 54.990 ada juga yang Rp 51.000, kita komitmen memberikan harga Rp 33.000," kata Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin di lokasi Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (22/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan komitmen harga murah ini bagian komitmen Carrefour membantu masyarakat di tengah gejolak harga saat menghadapi puasa lebaran dan pasca kenaikan tarif listrik. Sehingga masyarakat memiliki pilihan pada saat akan berbelanja kebutuhannya.

"Kita jual pas-pasan, tapi tidak rugi," jelasnya.

Khusus untuk cabe, Carrefour bisa mendapatkan harga yang kompetitif karena bermitra dengan pemasok yang memiliki binaan para petani cabai. Carrefour juga mengejar volume yang tinggi sehingga bisa mencapai harga yang miring.

Sebanyak 12 produk segar itu merupakan paket program benar-benar murah (BBM) Carrefour jilid II yang menawarkan harga lebih miring 30% dari produk merek lainnya,Β  yaitu selain cabai ada, udang jerebung, cumi Bangka, teri Medan, Tomat, kentang granola, wortel curah, toge curah, gula Jawa, ayam broiler, dan hati sapi beku.

Sebelumnya pada Maret 2010 lalu Carrefour telah mengeluarkan paket BBM jilid I untuk 12 produk lain yaitu beras sentra ramos, beras pandan wangi, kecap manis, abon sapi, sosis sapi, chicken nugget, tissue muka, tissue gulung, kapas, deterjen, minyak goreng, dan air mineral.

"Tahun depan kalau bisa sampai 30 produk BBM," jelas Shafie.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads