"Dulu kan pernah ditawarkan ke Emaar, sekarang kita akan ke empat investor dari negara Abu Dhabi, Qatar, India, dan Ras Al-Khaimah," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Menurut Gita, saat ini pemerintah sedang menggodok rencana tender untuk keempat negara tersebut. Nantinya, hanya akan ada satu investor yang akan bekerja sama dengan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita menambahkan, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebanyak US$ 600 juta, atau mendekati Rp 6 triliun. Lain dengan rencana Emaar dulu di mana pemerintah hanya mendapat jatah 30 persen, kali ini GIta akan mengusahakan agar kepemilikan pemerintah bisa mayoritas.
"Dulu pemerintah kan cuma dikasih 30 persen. Ini kita upayakan lebih dari itu. Belum tahu pasti, tapi di atas 30 persen," ungkapnya.
Menurut Gita, kerjasama tersebut nanti diperkirakan cukup lama dan jangka panjang, sekitar 10-15 tahun. Perusahaan pelat merah yang akan ikut terlibat adalah Bali Tourism Development Corporation (BTDC).
Sebelumnya, Emaar sempat membantah jika pihaknya menyatakan mundur dari proyek pariwisata tersebut. Emaar juga mengaku telah memberikan rekomendasi tentang bagaimana mereka ingin mulai memproses pembangunan proyek dan menunggu respons dari BTDC dan pemerintah Indonesia.
(ang/dnl)











































