Bulog Akui OP Tak Efektif Turunkan Harga Beras

Bulog Akui OP Tak Efektif Turunkan Harga Beras

- detikFinance
Kamis, 22 Jul 2010 16:09 WIB
Jakarta - Perum Bulog menyatakan mekanisme operasi pasar (OP) beras saat ini belum bisa efektif menurunkan harga selagi jenis beras yang dijual dalam OP hanya satu jenis yaitu beras medium IR 64 III.

OP beras akan efektif jika dilakukan untuk banyak jenis beras atau multikualitas, kondisi sekarang OP hanya berperan mengerem kenaikan harga beras.

"Pengaruhnya saya yakin ada, tapi pengaruhnya kecil," kata Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Sutono dalam acara jumpa pers, di kantor Bulog, Jakarta, Kamis (22/7/2010)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan selama ini Bulog telah melakukan OP di berbagai wilayah seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, DKI, dan Jakarta Timur. Sampai saat ini jumlah beras OP yang disalurkan mencapai 507 ton.

Harga beras OP di tingkat gudang untuk wilayah Jawa sebesar Rp 5.630 per kg dan di luar Jawa Rp 5.730 per kg. Pihak Kementerian Perdagangan memerintahkan agar harga beras OP di tingkat pembeli, Rp 400-500 lebih murah dari harga pasar.

"Maksimal pembelian 5 sak atau setara 75 kg," jelasnya.

Ia menjelaskan selama ini Bulog melalui beras cadangan pemerintah (CBP) yang mencapai 501.000 ton siap melakukan OP berapa pun. Namun sayangnya kata dia, beras pemerintah tersebut hanya berjenis medium IR 64 III, padahal di DKI Jakarta saja ada 17 jenis beras sedangkan di seluruh nasional ada 36 jenis beras.

"Jadi Bulog perlu stok beras multikualitas," katanya.

Sehingga kedepannya jika Bulog banyak memiliki banyak stok jenis beras, maka OP akan sangat efektif mempengaruhi harga. Ia mencontohkan saat ini kenaikan harga beras premium justru terjadi lebih besar sampai Rp 800 per kg, sementara Bulog tak memiliki stok jenis premium.

"Insya Allah peranan Bulog mengerem harga akan jauh lebih efektif jika memiliki stok beras multikualitas," jelasnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads