"Jadi sesuai dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh puslabfor sampai saat ini belum ditemukan penyebab dari faktor tabung gas dan semuanya berdasrkan akumulasi gas akibat kelemahan dari aksesoris elpiji 3 Kg seperti selang dan regulator," ujar Ito dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7/2010) malam.
Selain aksesoris, hal lain yang menyebabkan adanya ledakan gas elpiji yaitu karena adanya pengoplosan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab., yang merusak keadaan atau kondisi seal ataupun aksesori di tabung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan juga terjadi karena adanya human error karena kurangnya sosialisasi atau semakin menurunnya tingkat kewaspadaan pengguna elpiji.
"Ada juga ledakan terjadi karena kegiatan dilakukan orang yang kebetulan jual beli dilakukan dengan cara dilempar. Mendapat tekanan tinggi sehingga secara teknis merusak daripada pengamanan tersebut," tambah Ito.
Data badan reserse kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menyebutkan, sepanjang tahun 2007-2010 telah terjadi kecelakaan dan kebakaran karena penggunaan elpiji sebanyak 76 kasus. Di mana 10 kasus terjadi di tahun 2007, 11 kasus pada 2008, 17 kasus sepanjang tahun 2009 dan 38 kasus hingga pertengahan tahun ini. Dari 76 kasus tersebut, 54 kasus terjadi dari penggunaan elpiji 12 Kg dan 21 kasus untuk elpiji 3 Kg.
(epi/qom)










































