Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/7/2010).
"Itu kami mulainya H-7 dan H+8 jadi itu yang pertama. Yang kedua itu menambah 34 rangkaian kereta per hari," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, meski kenaikan jumlah arus pemudik tidak begitu banyak, tetap saja kenaikan 3-4% dari 4 juta di tahun lalu itu harus diantisipasi dengan penambahan armada dan kesiapan internal BUMN kereta tersebut.
Mengenai harga tiket, Jonan memastikan tidak kan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika memang nanti ada tuslah, maka hal itu memang layak dibayar karena banyak petugas KAI yang bekerja lembur bahkan tidak bisa pulang kampung karena melayani penumpang yang mudik.
"Kalau tuslah untuk lebaran dari tahun ke tahun memang ada karena tugasnya yang bekerja dibayar lembur kan," imbuhnya.
(ang/dnl)











































