"Awalnya seperti itu, waktu itu tidak ada masalah jadi dibiarkan aja. Pertamina jalan sendiri. Tapi setelah ada masalah mereka sudah lupa bahwa saat agenda itu diluncurkan, memang sudah ada masing-masing tugasnya," kata Karen saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (23/7/2010).
Karen mengatakan, Pertamina merasa dirinya menjadi yang harus paling bertanggung jawab terhadap beberapa kecelakaan yang disebabkan meledaknya tabung elpiji yang beredar di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ditinggalkan tapi dalam kejadian banyak seperti ini kita diminta tanggung jawab yang melebihi sebetulnya tugas kita. Semua langsung beralihnya ke Pertamina. Padahal di awal sudah ada tugasnya masing-masing," jelasnya. (dnl/dnl)











































