"Tidak menutup kemungkinan made in Indonesia," kata Hidayat di sela-sela acara IIMS ke-18 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/7/2010).
Ia menuturkan sebagai Menperin memikirkan untuk membuat produk yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, yaitu mobil yang menggunakan teknologi yang bisa diadopsi di Indonesia dan menggunakan tenaga ahli Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Zaman global saat ini siapa yang punya saham 100%, dibagi-bagi. Bahwa pemiliknya joint sama asing nggak apa-apa," katanya.
Menurut Hidayat konsep low cost car dan green car yang ia idamkan adalah selain berharga Rp 70-80 juta, juga mampu berjalan minimal 1 liter 22 km. Selain itu namanya pun bisa dimasukan unsur lokal.
"Jangan Unyil-lah, yang kerenan dikitlah dari unyil," katanya.
Sementara itu Wakil Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor Sudirman MR mengatakan sebagai prinsipal, pihaknya masih menunggu perangkat insentif yang akan diberikan oleh pemerintah. Khususnya bagi produk mobil yang mengacu pada teknologi ramah lingkungan sekaligus berharga miring.
"Kami pelaku industri masih menunggu kebijakannya seperti apa," jelasnya.
Namun ia menggarisbawahi jika pun pemerintah mengeluarkan regulasi pada akhir tahun ini. Setidaknya perlu persiapan dalam rangka pengembangan produk hingga 2-3 tahun ke depan untuk terealisasi.
(hen/dnl)











































