"Dulu rencananya kan kami akan bikin pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sana, tapi setelah saya ke sana ternyata jarak antara daratan dengan lautan itu dekat. Jadi kami memilih membangun kabel bawah laut," kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (25/7/2010).
Menurut Dahlan, pembangunan kabel bawah laut sepanjang 3 kilometer ini diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp 20 miliar. Adapun pendanaan untuk proyek tersebut berasal dari dana internal perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan menjelaskan, saat ini kebutuhan listrik di wilayah itu sebesar 6 megawatt. Namun, jika melihat pertumbuhan kebutuhan daya yang dibutuhkan pulau tersebut, maka kenaikan konsumsi listrik tidak dapat dipenuhi jika hanya dengan membangun PLTS.
"Kalau PLTS kan kemampuannya tidak besar. Padahal kebutuhan di sana cukup besar. Sekarang saja ada 1.000 kamar hotel di sana yang belum terlistrik," kata Dahlan.
Dahlan menargetkan kabel yang akan membawa listrik dari PLTU NTB (1x25 MW) yang berada di Jeranjang, Lombok itu akan mulai dibangun tahun depan.
"Sekarang masih study. Tapi tahun depan sudah dimulai pembangunannya," tambahnya.
Seperti diketahui, Pulau Gili Trawangan merupakan satu dari lima pulau beken yang akan dilistrik PLN dengan menggunakan tenaga matahari.PLN berharap pembangunan PLTS di kelima pulau akan mendapat dukungan dari dunia internasional karena kelima Pulau itu merupakan pulau yang terkenal di dunia.
Adapun empat pulau lainnya yang akan dilistriki dengan tenaga matahari yaitu Pulau Banda (Maluku), Pulau Bunaken (Sulawesi Utara), Pulau Derawan Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), dan Pulau Wakatobi (Sulawesi Tenggara).
(epi/qom)










































