Pengusaha Tak Setuju SPBU Baru Hanya Jual BBM Non Subsidi

Pengusaha Tak Setuju SPBU Baru Hanya Jual BBM Non Subsidi

- detikFinance
Senin, 26 Jul 2010 12:25 WIB
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan agar SPBU baru hanya menjual BBM non subsidi. Ide ini ditolak oleh pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Menurut Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, saat ini pasar untuk BBM non subsidi masih di bawah 5 persen dan pembelinya paling banyak berada di kota-kota besar yang pendapatan per kapitanya tinggi sehingga ide BPH Migas tidak bisa ditetapkan secara nasional.

Lagipula BBM jenis ini juga hanya bisa diserap oleh kendaraan-kendaraan memiliki cc atau kapasitas besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, jika SPBU baru diminta hanya menjual BBM non subsidi, maka dipastikan tidak ada pengusaha yang mau berinvestasi untuk membangun SPBU baru.

"Kalau di Jakarta pun, paling ini hanya bisa diterapkan di kawasan segitiga emas seperti Sudirman dan Kuningan. Dengan kondisi ini, tidak ada yang berani lagi bangun SPBU karena investasi tanah mahal dan pasarnya juga kecil. Kalau begitu kapan balik modalnya?" jelas Eri saat berbincang dengan detikFinance, Senin (26/7/2010).

Eri menilai, jika SPBU baru hanya diperbolehkan menjual Pertamax Cs, justru SPBU-SPBU lama akan sangat diuntungkan karena mereka akan diburu para pemakai premium dan solar.

"Misalnya ada SPBU baru di Menteng yang cuma jual Pertamax CS, itu akan sulit berkembangkan karena para calon pembelinya akan pergi SPBU di Manggarai, Kramat Raya, atau Cikini yang lokasinya dekat dengan SPBU itu," paparnya.

Untuk itu, ia meminta kepada BPH Migas untuk segera membuat kajian mendalam, jika usulan ini benar-benar akan diterapkan.

"Kalau pasarnya kecil, bisa saja dikasih insentif yang besar atau marginnya harus dilebihkan supaya para pengusaha juga bisa mendapatkan return seperti yang diharapkan," paparnya.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads