APBN Surplus Rp 47,9 Triliun di Semester I

APBN Surplus Rp 47,9 Triliun di Semester I

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 26 Jul 2010 16:02 WIB
Jakarta -

Kondisi kas pemerintah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) mengalami surplus Rp 47,9 triliun akibat rendahnya penyerapan. Pada realisasi tahun lalu, APBN-P defisit sebanyak 0,2% atau Rp 2,4 triliun.

Demikian hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Badan Anggaran DPR, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/7/2010).

"Ini tandanya kondisi budget surplus 1,6 persen PDB sedangkan di APBN-P dianggarkan defisit 2,1% atau sebesar Rp 133,7 triliun," ungkap Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga periode yang sama realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8%, sementara perkiraan pertumbuhan ekonomi di semester II sebanyak 6%. Dalam APBN-P 2010, ditargetkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 5,9%, tahun 2009 realisasinya hanya 4,3%.

Sementara tingkat inflasi di paruh pertama tahun 2010 sebesar 5,5%, lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama 3,7%. Menurut Agus, perkiraan  inflasi di semester II di tingkat 5,3%, jadi total inflasi di akhir tahun ditaksir pada 5% plus minus 1%.

Tingkat bunga SBI 3 bulan terealisasi 6,6% di semester II, dengan perkiraaan di semester II sebesar 6,4% sehingga total di akhir tahun sebanyak 6,5%.

Agus mengatakan, posisi nilai tukar rupiah di semester I bertengger di posisi Rp 9.193 per dolar AS, sementara di semester II diperkirakan berada di posisi Rp 9.207. Hingga akhir tahun secara total, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di level Rp 9.200 per dolar AS.

"Angka ini jauh lebih menguat dibandingkan realisasi semester I-2009 yang mencapai Rp 11.082," ungkapnya.

Ia menambahkan, realisasi harga minyak di enam bulan pertama tahun 2010 berada di posisi US$ 78 per barel, sedangkan semester II nanti diperkirakan pada posisi US$ 82 per barel. Sehingga, posisi di akhir tahun 2010 di level US$ 80 per barel.

Lifing minyak di semester I mencapai 0,959 mbcd, dengan target di APBN-P sebesar 0,965 mbcd, maka di semester II nanti diperkirakan 0,972 mbcd.

Menurut Agus, realisasi penerimaan dan hibah di semester I sebanyak Rp 443,7 triliun atau 44,7% dari target dalam APBN-P. Sementara prognosa di semester II sebesar Rp 551 triliun.

"Sehingga total di tahun 2010 sebanyak Rp 994,7 triliun," kata Agus.

Sedangkan untuk belanja negara di semester I mencapai Rp 395,8 triliun atau 35,1% dari target APBN. Perkiraan semester II sebanyak Rp 694 triliun.

"Jadi perkiraan akhir tahun 2010 Rp 1.089,8 triliun atau 96,8% dari target APBNP yang berjumlah Rp 1.126,1 triliun. Penyerapan belanja ini memang lebih rendah ," imbuhnya.

Agus juga memperkirakan pada semester II-2010 realisasi defisit akan mencapai 3,1% atau Rp 74,6 triliun. Sehingga jika diakumulasikan dengan semester I, total defisit hanya akan mencapai 1,5%.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads