"US$ 500 juta itu adalah biaya work, program and budget (WP&B) setiap tahun untuk keseluruhan," ujar Senior Vice President Business Development Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Slamet Riadhy dalam sebuah diskusi di Hotel Grand USSU, Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Senin (26/7/2010).
Menurut Slamet, pengembangan blok ini membutuhkan biaya yang cukup besar karena blok tersebut memiliki infrastruktur lepas pantai yang sangat kompleks. Blok ini merupakan 10 besar produsen migas di Indonesia. ONWJ juga merupakan salah satu PSC tertua di dunia dan memiliki operasi offshore yang signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Energi telah memiliki 46% saham ONWJ,sementara sisanya dimiliki CNOOC sebanyak 36,72%, Inpex 7,25%, Itochu Oil Exploration 2,58%, dan Talisman Resources 2,45%.
Pertamina sendiri resmi mengakuisisi 46% kepemilikan BP di ONWJ pada 25 Juni lalu senilai US$ 280 juta.
(epi/dnl)










































