"Harusnya awalnya tahun ini, Pertamina sudah buka di sana. Tapi ternyata perizinan tidak sesederhana itu," ujar Manajer Operasional Retail and Pricing, Direktorat Pemasaran dan Niaga Pertamina, Romulo Hutapea di Hotel Grand USSU, Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Senin (26/7/2010).
Kesulitan perizinan tersebut, menurut Romulo, paling dirasakan saat Pertamina akan membangun SPBU di Malaysia. Ia mengakui pihaknya terkendala masalah regulasi yang ada di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, Kita juga harus bentuk perusahaan di Malaysia untuk bisa bangun SPBU di sana," paparnya.
Romulo sendiri hingga kini belum bisa memastikan kapan rencana pembangunan SPBU di dua negara tersebut bisa terealisasi.
"Jadi realisasnya mundur dan kami belum dapat memastikan kapan rencana ini bisa terealisasi," tambahnya.
(epi/ang)










































