Menurut anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo, berdasarkan hasil uji petik yang dilakukan di pool taksi Gamya di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, menunjukkan bahwa premium yang dikonsumsi taksi milik Gamya sudah sesuai spesifikasi karena berada di atas RON 88.
Namun, tim menemukan adanya perubahan warna BBM jenis premium itu, dari kuning menjadi hitam gelap. Hasil uji petik menunjukkan premium dari tangki timbun (Buttom to top) memiliki RON (research octane number) 89,9 dengan warna kuning keruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan bahwa premium yang keluar dari tanki dan dispenser SPBU dalam kondisi bagus. Tapi saat dicek di tanki mobil yang rusak warnanya berubah, berarti bisa saja ada sesuatu yang dimasukkan ke tanki mobil," kata Adi saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (28/7/2010).
Adi sendiri belum mengetahui secara pasti apa penyebab perubahan warna itu. Untuk itu BPH Migas meminta Lemigas untuk melakukan penelitian lebih lanjut soal perubahan warna ini. Pasalnya, kondisi ini tidak ditemukan saat pihaknya melakukan uji pelik disebuah SPBU di Condet dan juga SPBU milik operator Taksi Blue Bird.
"Tapi saya tidak tahu pasti apakah benar dicampur zat lain atau bagaimana. Jadi lebih baik kita tunggu hasil penelitian Lemigas agar bisa diketahui secara pasti apa penyebabnya," jelasnya.
Ia berharap, hasil penelitian Lemigas ini bisa segera diketahui agar ketidakpastian soal kerusakan fuel pump mobil bisa segera berakhir.
"Saya harap bisa cepat diketahui apa hasilnya," tegasnya.
Lemigas sendiri merupakan lembaga penelitian dan pengembangan milik pemerintah yang beroperasi dalam bidang hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas).
(epi/ang)











































