Menurut Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomo Hadi proses penyaringan atau filter di SPBU dilakukan sampai 2 kali. Mulai dari mobil pengangkut BBM ke tangki timbun, dan kedua dari tangki timbun ke pompa bensin sebelum masuk kendaraan yang mengisi BBM.
"BBM pada saat diturunkan dari truk itu melalui filter untuk menghindari masuknya kotoran ke tangki tiumbun. Dari tanki timbun ke pompa sebelum masuk kendaraan ada filter lagi," ujarnya dalam jumpa pers di SPBU di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila perbedaannya lebih dari 0,5 maka SPBU berhak menolak BBM yang dikirim. Lalu tiap BBM yang diterima, SPBU selalu menimpan sampelnya," ujar Eri.
"SPBU juga memeriksa tangki tiap 2 jam setelah penerimaan BBM. Pagi hari juga dicek kadar air dalam tangki, jadi tidak ada tanki yang kotor. Dari 4.600 SPBU di Indonesia itu selalu diaudit sebulan sekali untuk cek kondisi tangki. Jadi pernyataan pemerintah tak beralasan," tukasnya.
(dnl/qom)











































