"Memang target kita pada pergantian awal tahun US$ 2 miliar, tapi kelihatannya sekarang oleh asosiasi kita berani melansir menaikkan jadi US$ 2,1 miliar," kata Penasehat Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Djimanto di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
Ia menuturkan pada tahun ini pasar ekspor sepatu (sepatu sport) mengalami perbaikan sehingga angka US$ 2,1 miliar sangat mungkin terjadi. Jika ini terealisasi maka akan melampaui realisasi ekspor tahun lalu yang hanya US$ 1,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada pun sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan yang mengatakan adanya tren relokasi pabrik sepatu dari Taiwan, China, Korea, dan Vietnam ke Indonesia menjadi salah satu yang akan mendongkrak ekspor sepatu Indonesia.
Gita mengungkapkan pada tahun ini saja ada kurang lebih 300 juta pasang sepatu yang diorder untuk ekspor untuk beberapa merek seperti Nike dan New Balance.
Ia menjelaskan jika kinerja ekspor terus ditingkatkan beberapa tahun ke depan, maka Indonesia berpeluang mendampingi China menjadi produsen sepatu olahraga terbesar di dunia.
"Kita akan menjadi eksportir kedua di dunia untuk sepatu atlet," kata Gita.
(hen/dnl)











































