"Saya numpang lahir di Jombang (Jawa Timur), saya tersentuh juga tiba-tiba Jombang jadi kota industri sepatu," kata Hidayat di kantornya, Kamis (29/7/2010).
Hal ini berawal dari pemaparan Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko yang mengungkapkan investor di bidang sepatu akan terus mengalir jika pemerintah, khususnya pemda berkomitmen memberikan kemudahan berinvestasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pabrik sepatu di Jombang, sudah 23 tahun. Jombang yang kecil punya pabrik sepatu yang cukup besar dengan karyawan 17.000," kata Eddy.
Saat ini kata dia, ada 17 pabrik di Jombang di antaranya group Taiwan yang berasal dari relokasi dari Vietnam dan China.
Bahkan kata Eddy, minat investor asal Vietnam di bidang sepatu cukup besar seperti pembangunan pabrik baru yang berlokasi di dekat kawasan Lumpur Lapindo. Hal ini karena pemda setempat menjanjikan perbaikan akses tol pasca semburan lumpur Lapindo.
"Sejauh pemerintah komit mau membantu, investor pasti datang," jelas Eddy.
Eddy juga menambahkan setidaknya ada beberapa industri yang akan relokasi antara lain dari Guess dari Italy, Nangking Group dari Taiwan, Relokasi Adidas dari China, Nike dari China dan lainnya.
(hen/dnl)










































