Pemerintah Kaji Operasi Pasar Beras Kualitas Premium

Pemerintah Kaji Operasi Pasar Beras Kualitas Premium

- detikFinance
Kamis, 29 Jul 2010 16:02 WIB
Jakarta - Pemerintah mengkaji untuk melakukan operasi pasar beras berkualitas premium karena melihat tren kenaikan harga pada komoditas ini beberapa waktu terakhir.

"Beras premium yang ada tendensi meningkat, ada pemikiran Bulog kita melakukan operasi pasar untuk beras premium," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat di ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Hatta berjanji untuk meneruskan operasi pasar guna menjaga kestabilan harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Operasi pasar saya minta terus berjalan, tidak perlu menunggu ada gap 10% begitu ada tren langsung operasi pasar. Memonitoring terus harga-harga melalui operasi pasar,sekarang sudah mulai turun, mendekati kestabilannya walaupun ada kenaikan tapi tidak terus trennya meningkat tapi terus menurun," ujarnya.

Sebelumnya, pada minggu lalu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan operasi pasar guna menjaga harga beras dan menjamin stok beras.

"Kita akan lanjutkan, semoga panen berikutnya kembali ke semula. Yang penting stok cukup. Komitmen kita tidak ada kenaikan harga beras di mana pun. Kita sudah berikan keleluasaan kepada Bulog di titik yang mengalami kecenderungan kenaikan harga walaupun kenaikannya belum 10%," ujar Mari saat ditemui di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta.

Mari akui ada kenaikan harga beras. Untuk beras premium eceran, kenaikan harga berkisar Rp 700-800/kg, sedangkan beras medium kenaikan berkisar Rp 300-500/kg.

"Untuk medium masih normal pada musim seperti ini, sedangkan kenaikan yang cukup tajam memang di beras premiun," ungkapnya.

Sampai hari ini, OP beras telah dilaksanakan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Papua. Beberapa daerah seperti Banten, Sumatera Utara, dan daerah lainnya sudah dalam persiapan pelaksanaan. Khusus DKI Jakarta, OP beras telah dilaksanakan sejak 20 Juli 2010 di 12 lokasi yaitu Pasar Serdang/Sumur Batu (Jakarta Pusat), Pasar Anyar Bahari dan Sukapura (Jakarta Utara), Pasar Minggu, Kebayoran Lama (Jakarta Selatan), Pasar Kalideres, Grogol, Jembatan Lima (Jakarta Barat), dan Pasar Kramat Jati, Klender, Jatinegara, Pasar Induk Beras Cipinang (Jakarta Timur). Di setiap titiknya disiapkan sebanyak 6 ton beras OP, khusus PIBC disiapkan 10 ton beras.

Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, ketersediaan pangan pokok untuk bulan Juli-September 2010 cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Stok beras pada bulan Juli 2010 mencapai 9.871.927 ton.

Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan 3 bulan ke depan. Stok beras akhir tahun 2010 diperkirakan akan mencapai 5.638.180 ton dan dapat memenuhi 2 bulan kebutuhan untuk periode Januari-Februari 2011.

Berikut daftar harga beras di PIBC, per 24/7/2010:

  • Beras Cianjur Kepala: Rp 8.500
  • Beras Cianjur Slyp: Rp 7.800
  • Beras Setra: Rp 8.200
  • Beras Saigon: Rp 7.600
  • Beras Muncul I: Rp 6.700
  • Beras Muncul II: Rp 6.200
  • Beras Muncul III: Rp 5.700
  • IR-64 I: Rp 6.750
  • IR-64 II: Rp 6.250
  • IR-64 III: Rp 5.600
  • IR-42: Rp 9.000
  • Ketan Putih Biasa: Rp 9.500
  • Ketan Putih Paris: Rp 11.350
  • Ketan Hitam: Rp 13.000
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads