"Kami akan mengajak pegawai menjadi duta perusahaan untuk menyosialisasikan penggunaan elpiji 3 Kg di tempat tinggalnya masing-masing," jelas Karen saat ditemui saat acara senam pagi, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Karen mengaku perseroan memang sengaja memperpendek acara senam pagi pada hari Jumat pekan ini, agar timnya bisa memberikan sosialisasi kepada para karyawan mengenai tata cara pemakaian elpiji 3 Kg yang baik dan benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karen menegaskan, dirinya tidak akan memaksa para pegawainya untuk menjadi relawan. Namun bagi pegawai yang sudah menyatakan minatnya untuk menjadi relawan, perseroan akan memberikan pelatihan khusus kepada pegawainya agar mengetahui lebih mendalam soal materi sosialisasi dan juga cara melakukan sosialisasi yang baik.
Β
"Kita akan training pegawai pertamina untuk menjadi trainer dalam kapasitas kita untuk bantu masyarakat sekitar," jelas Karen yang ikut duduk lantai bersama para pegawainya.
Acara yang diikuti ratusan karyawannya itu nampak begitu hangat. Para pegawai nampak antusias mengikuti acara ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar penggunaan elpiji 3 Kg yang mereka ajukan. Karen tampak serius mendengarkan sosialisasi penggunaan elpiji dariΒ tim sosialisasi.
Setelah ini, Karen Agustiawan dan jajaran Direksi Pertamina turun langsung ke rumah-rumah penduduk untuk memberikan sosialisasi soal tata cara penggunaan elpiji 3 kilogram yang baik dan benar.
Kegiatan sosialisasi itu akan dilakukan ke masyarakat yang tinggal di Jalan Petamburan 1 RT 007 /002, Jakarta Pusat. Sosialisasi ini diselenggarakan seiring dengan banyaknya kecelakaan yang disebabkan kebocoran gas elpiji 3 kilogram.
Untuk diketahui, berdasarkan data badan reserse kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sepanjang tahun 2007-2010 telah terjadi kecelakaan dan kebakaran karena penggunaan elpiji sebanyak 76 kasus. Di mana 10 kasus terjadi di tahun 2007, 11 kasus pada 2008, 17 kasus sepanjang tahun 2009 dan 38 kasus hingga pertengahan tahun ini. Dari 76 kasus tersebut, 54 kasus terjadi dari penggunaan elpiji 12 Kg dan 21 kasus untuk elpiji 3 Kg.
(epi/qom)











































