Ditjen Pajak akan Periksa Karyawan yang Doyan Dugem

Ditjen Pajak akan Periksa Karyawan yang Doyan Dugem

- detikFinance
Jumat, 30 Jul 2010 13:41 WIB
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) akan memeriksa pegawai pajak yang bergaya hidup tidak wajar layaknya kehidupan PNS pada umumnya, seperti dugem dan menjadi anggota klub eksekutif yang mahal.

Hal tersebut disampaikan Direktorat Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA) Wahyu Karya Tumakaka yang ditemui di kantor pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/7/2010).

"Kita akan periksa pegawai kami yang gaya hidupnya tidak wajar. Misalnya, hobinya dugem kan tidak wajar seorang PNS ikut jemaahan reboan (Ladies Nite) dan Jumatan. Misalnya lagi pegawai golongan 3A seperti Gayus yang menjadi eksekutif member yang mahal. Bagaimana mereka membiayai itu," tegas

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain memeriksa gaya hidup para pegawainya yang dilaporkan kepada KITSDA, Wahyu juga menyatakan pihaknya direpotkan oleh laporan seputar kehidupan pribadi para pegawainya. Hal ini, menurutnya, perlu ditindaklanjuti karena beban atas PP No.10 tahun 1982 tentang kepegawaian.

"Saya akui saya juga punya masalah dengan masalah pribadi ini. Pasalnya, PP no. 10 dibuat karena istri Presiden waktu itu ada yang marah karena ada salah seorang istrinya beristri 2. Jadi, dibuat peraturan mengenai cerai dan kawin harus izin ke kantor. Akibatnya, siapa gue harus menentukan kehidupan pribadi seseorang," ujarnya.

Wahyu akui peraturan tersebut memberatkan pihaknya karena belum tentu seseorang yang memiliki masalah pribadi berkinerja buruk.

"Buat saya suatu hal yang nggak cocok. Kita melebihi negara komunis karena hanya negara komunis yang ngurusin hidup orang. Apakah memang kalau ada masalah pribadi  jadi tidak produktif. Itu suatu hal yang berat. Kalau laki-laki memang bahaya kalau nggak lapor karena tunjangan istri dan anak kan ada dia, kalau nggak lapor berpotensi mengambil uang negara. Tapi masa Ditjen Pajak yang harusnya ngurusin penerimaan negara, ngurusin orang cerai," urainya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads