Demikian disampaikan Ketua Harian DEN Darwin Zahedy Saleh usai menghadiri Sidang DEN, di Kantor Kementerian ESDM, jalan medan merdeka selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
"Bentuk insentifnya antara lain, izin otomatis untuk membangun, insentif perpajakan dan feed in tariff untuk PLTU Mulut Tambang ke jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ujar Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah juga diharapkan segera melakukan regionalisasi batubara termasuk mine mouth power plant," paparnya.
Selain mempercepat pembangunan PLTU mulut tambang, untuk menurunkan BPP listrik, DEN juga mengusulkan pemerintah lebih mengutamakan gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Menurut Darwin, hal ini bisa dilakukan untuk menggantikan sebagian impor BBM dengan impor gas, khususnya untuk instalasi yang sudah siap menggunakan gas yaitu PLN, industri dan konsumen domestik lainnya.
Pemerintah dan swasta juga diminta untuk segera mempercepat pembangunan infrastruktur gas termasuk LNG receiving terminal, pipa transportasi gas, stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), dan infrastruktur gas kota untuk memenuhi kebutuhan gas di sektor pembangkit.
"Kami juga berharap agar pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas bisa dipercepat," jelasnya.
(epi/qom)











































