Hal ini disampaikan pemerintah Thailand dalam The 2nd Indonesia-Thailand Energy Forum (ITEF) yang diselenggarakan di Yogjakarta, 28-29 Juli 2010.
"Dia tertarik untuk market," ujar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum bicara harga, belum serinci itu," jelas Evita.
Sebelumnya, pada awal tahun 2008, perusahaan dari tiga negara berebut menjadi pembeli gas dari blok Natuna D Alpha. Selain PTT Thailand sudah resmi menyatakan ketertarikannya yaitu Petronas dan Petrovietnam.
Pemerintah sendiri telah menunjuk untuk Pertamina sebagai operator Blok Natuna D Alpha. Hal ini tertuang dalam Surat Menteri ESDM No.3588/11/MEM/2008 tertanggal 2 Juni 2008 tentang Status Gas Natuna D-Alpha.
Pertamina belum menentukan partner untuk pengembangan blok tersebut karena masih menunggu term and condition dari pemerintah. Tujuh calon partner tersebut yaitu Exxon Mobil Corp, Total SA, Chevron Corp, Royal Dutch Shell, Petronas, Eni Spa, serta StatOil.
Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas yang sangat besar yaitu 46 triliun kaki kubik, tapi 70 persen cadangan gas itu mengandung CO2. Kandungan CO2 yang tinggi itu membuat pengolahannya memerlukan teknologi yang ekstra.
(epi/dnl)










































