PLN Siap Bangun PLTN dengan 3 Syarat

PLN Siap Bangun PLTN dengan 3 Syarat

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Senin, 02 Agu 2010 14:31 WIB
Jakarta - Indonesia masih belum akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Nuklir (PLTN) hingga tahun 2019. Namun PT PLN (Persero) siap membangun PLTN dengan tiga syarat.

Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Murtaqi Syamsuddin menyatakan pemeriintah memang belum mengeluarkan kebijakan soal pembangunan PLTN  di tanah air hingga tahun 2019.

"PLN  dalam memanfaatkan tenaga nuklir pada posisi bagaimana pemerintah. Dari sisi operasi, tahun 2019 memang  belum ada pembangkit nuklir," ujar Murtaqi usai diskusi mengenai Prospek PLTN dalam memenuhi keburuhan listrik yang terjangkau, di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun belum memanfaatkan nuklir, namun perusahaan listrik pelat merah itu akan terus berupaya untuk menekan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) agar bisa mengurangi biaya operasi sehingga subsidi listrik dalam APBN bisa berkurang.

"Hingga 2019, pembangkit PLN akan didominasi batubara, panas bumi dan gas. Semuanya sudah dikukuhkan dalam  Rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN. Tapi kalau ada kebijakan harus ada PLTN, itu bisa saja lain," urai Murtaqi.

Selain karena belum ada kebijakan yang mendukung ini, faktor pendanaan juga menjadi kendala untuk merealisasikan pembangunan PLTN ini. Biaya investasi untuk 1 unit pembangkit  dengan kapasitas 1.000 MW membutuhkan dana US$ 1.500-4000 juta. Bahkan, bisa lebih jika proyek ini tertunda (delay) yang berkepanjangan.

Besarnya biaya modal yang mendekati atau melampaui limit kredit keseluruhan akan membuat sebuah negara berkembang mungkin akan ragu-ragu untuk memusatkan  risiko finansial pada suatu proyek. Belum termasuk biaya initial fuel yang tinggi, beberapa tahun sebelum PLTN beroperasi secara komersial.

"Apalagi, waktu kontruksi yang sangat panjang antara 6-15 tahun. Belum kalau proyeknya delay ini bisa mempengaruhi masalah pendanaan. Itu investasinya bisa dua kali lipat dari batubara," jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, PLN baru bisa membangun PLTN asalkan tiga syarat yang meliputi kebijakan (policy),  pendanaan dan teknologinya bisa terpenuhi.

"PLN kan hanya operator. Kalau semua policy sudah dipenuhi maka kita manut-manut saja. Kita wait and see bagaimana kebijakan pemerintah, penerimaan masyarakat dan respons dunia usaha yang mau investasi di situ," jelasnya.


(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads