Sementara untuk produksi gas anak usaha Pertamina itu baru mencapai 1.050 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) atau kurang 46 MMSCFD dari target yang ditetapkan BP Migas sebesar 1.096 MMSCFD.
Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian menyatakan, prestasi ini memperkuat optimisme Pertamina EP untuk mencapai target yang diberikan. Bahkan pada pertengahan Juni 2010 angka produksi sempat menyentuh 140 ribu barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Salis, Pertamina EP telah melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan pertumbuhan produksi antara lain meliputi pelaksanaan pemboran pada fokus area, melaksanakan Operasi Water Management dengan 'Zero Discharge', meningkatkan frekuensi untuk perawatan pipa produksi dan reaktivasi sumur-sumur tua pada lapangan eksisting, optimalisasi serta penggantian fasilitas produksi.
"Dengan hasil ini, total keuntungan sebelum pajak yang berhasil dibubukan pada semester pertama mencapai Rp 11,5 triliun atau 50% dari total target keuntungan 2010 sebesar Rp. 22 triliun," ungkapnya.
Angka produksi minyak Pertamina EP memang terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari realisasi produksi minyak Pertamina EP untuk Juli 2010 juga telah menunjukkan peningkatan cukup tajam dengan rata-rata produksi harian sebesar 135.681 barel per hari atau 7.681 barel di atas target.
Beberapa lapangan Pertamina EP yang berhasil meningkatkan produksi pada semester I-2010, di antaranya Lapangan Rantau Nangro Aceh Darusalam yang berhasil meningkatkan produksi dari 2.200 pada Mei 2010 menjadi 4.400 barel per hari.
Lapangan Bunyu di Kalimantan Timur juga berhasil meningkatkan produksi lebih dari 4 kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1.400 barel minyak per hari menjadi 6.400 barel per hari hingga saat ini.
"Masalah utama yang masih menjadi kendala peningkatan produksi adalah tingginya penurunan produksi alamiah yang cukup besar yakni 18% per tahun," jelasnya.
(epi/dnl)











































