3 Strategi Pemerintah Tahan Harga Beras

3 Strategi Pemerintah Tahan Harga Beras

- detikFinance
Selasa, 03 Agu 2010 11:18 WIB
Jakarta - Empat menteri lakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog. Mereka adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian Suswono, beserta Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi. Kunjungan tersebut didampingi Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso.

Dalam kunjungan tersebut, Hatta menyebutkan 3 simpulan hasil rapat pemerintah dalam menstabilkan harga beras yang pada bulan Juli ini memberikan tekanan terbesar untuk inflasi.

Keputusan pertama yaitu, pemerintah akan mempercepat penyaluran beras miskin (raskin) untuk bulan September yang akan dirapel pemberiannya pada bulan Agustus ini. Hatta menyatakan Bulog siap menyalurkan sebanyak 560 ribu ton untuk 17,5 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setiap KK akan mendapatkan 15 kg untuk bulan Agustus dan 15 kg lagi jatah untuk bulan September sehingga total yang diterima setiap RTS adalah 30 kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melihat kesiapan stok beras, tidak ada keraguan melaksanakan misi tersebut secara cepat," jelasnya.

Kedua, pemerintah akan melakukan operasi pasar di mana harga operasi pasar di bawah harga umum. "Ini tentu di bawah juga harga beras grosir. Pastikan betul-betul ini untuk pembeli masyarakat, bukan pedagang," jelasnya.

Ketiga, Hatta menegaskan pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memantau jalannya operasi pasar.

"Masyarakat diminta melakukan monitoring, daily monoitoring. Apakah ada potensi gangguan-gangguan. Ini akan masuk ke center kita dan akan kita selesaikan," tandasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads