"Stok 2008 masih ada. Sedikit. Sekarang rata-rata 2010, Agustus 2010. Tapi 2008 masalah masih ada," ujarnya saat ditemui di gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (3/8/2010).
Sutarto menjelaskan, beras tahun 2008 ini terjadi pada kota-kota yang memiliki surplus beras yang tinggi tetapi tidak memiliki kapasitas gudang yang memadai untuk menyimpan beras panennya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sutarto, pengaturan terbaik adalah dengan menyirkulasikan beras tersebut per 3 bulan, sehingga beras tidak perlu disimpan terlalu lama di dalam gudang. "Yang bagus, satu gudang layani 3 bulan. Ngaturnya lebih gampang," jelasnya.
Namun, Sutarto menyatakan hal ini tidak terjadi pada daerah-daerah yang memiliki surplus rendah.
"Aceh juga surplus, Kalimantan Selatan, Lampung tapi sedikit. Bulog menampung," ujarnya.
Saat ini, Sutarto menyatakan beras produksi 2008 diberikan obat. "Dikasih obat lagi," ungkapnya.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengharapkan beras tahun 2008 ini bisa dihabiskan sesegera mungkin sehingga tidak menghambat distribusi Bulog.
"Beras yang 2008 harus segera dihabiskan sehingga perputaran beras di bulog bisa terjadi," tukasnya.
(nia/dnl)











































