Salah satu working tim itu membahas kerja sama yang lebih spesifik. Jepang menyatakan ketertarikannya untuk membantu mengembangkan energi batubara yang bersih dan ramah lingkungan.
"Mereka ingin membantu mengembangkan konsep clean coal energy. Jadi batubara itu kan dianggap bahan bakar yang kotor. Namun, dengan teknologi baru tentu ada beberapa proses dan pengolahan yang membuat energi barubara itu tidak lagi poluted, tapi bersih," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yopie, JBIC menganganggap Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam batubara. Potensi itu harus dikembangkan secara lebih riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain soal batubara, lanjutnya, JBIC juga menaruh minat untuk mengembangkan geothermal di Indonesia. JBIC dan Boediono juga sedikit banyak menyinggung mengenai penggunaan bahan bakar gas di tanah air.
"Bapak Wapres menegaskan pentingnya gas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Indonesia ingin membangun ekonomi yang berbasis gas. Tidak hanya industri, tapi juga transportasi dan rumah tangga. Sehingga kerjasama dengn JBIC tentu saja sangat baik," tutup Yopie.
(irw/dnl)











































