"Sejak 2007 ada upaya memberangus serikat pekerja, tapi kami tetap bertahan," kata Humas Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tomy Tampatty di kantor pengadilan hubungan industrial (PHI) Jakarta, Selasa (3/8/2010).
Ia mengatakan masalah-masalah hubungan yang tak harmonis mulai terjadi sejak kepemimpinan Direktur Utama Garuda saat ini. Tomy mengungkapkan ada intimidasi dari manajemen bagi karyawan seperti ancaman mutasi dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kata dia seluruh serikat pekerja Garuda termasuk Sekarga dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi bersama bersatu dalam sekretariat bersama (sekber).
Pihak Garuda melalui VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan saat ini Garuda tak melakukan perselisihan dengan karyawan Garuda. Justru yang ada hanyalah proses pembentukan perjanjian kerjasama bersama (PKB) yang belum selesai.
"Sesungguhnya tidak ada perselisihan hanya proses penyelesaian PKB saat ini belum selesai seluruhnya, 90% pasal-pasal PKB telah diselesaikan dan ada beberapa pasal yang belum selesai dan saat ini penyelesaian PKB tersebut dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh Departemen Tenaga Kerja," jelas Pujo.
Ia menambahkan melalui kerja keras para karyawan Garuda saat ini Garuda telah mengalami kemajuan seperti pada tahun 2009 telah berhasil meraup keuntungan Rp 1 triliun padahal sebelumnya selalu rugi. Juga Garuda telah naik pangkat menjadi maskapai bintang 4 dari sebelumnya bintang 3 dan lain-lain.
"Maka kiranya karyawan yang lain sebaiknya juga bersama-sama bekerja demi kemajuan Garuda dan tidak melakukan hal-hal yang justru kontra produktif terhadap perusahaan," katanya.
(hen/dnl)











































