Hal ini menjadi kabar gembira setelah sebelumnya komitmen investasi US$ 6 miliar ini sempat molor beberapa kali dari jadwal penandatangan akhir Maret 2010.
"Nanti jam 10.00 pagi ditandatangani di kantor menneg BUMN, nilainya US$ 6 miliar, secara bertahap," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada detikFinance, Rabu (4/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jam 10.00 pagi ini, Insya Allah," kata Fazwar Bujang.
Sebelumnya pihak KS dengan Posco telah menandatangani memoramdum of agreement (MoA) pada tanggal 2 Desember 2009 yang dilanjutkan pada penandatanganan JV.
Penandatangan JV semula dijadwalkan pada akhir Maret 2010 kemudian mundur beberapa kali. Bahkan jadwal terakhir sebelum hari ini, yaitu tanggal 23 Juli 2010 sempat dibatalkan kembi.
Pembangunan pabrik akan dilakukan dua tahap yang akan menelan dana hingga US$ 6 miliar dengan kapasitas 6 juta ton baja per tahun. Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik berkapasitas 3 juta ton yang akan selesai pada tahun 2013 dengan investasi US$ 2,5-3 miliar yang akan menghasilkan produk-produk seperti HRC (hot rolled coil), slab, dan plate.
Sedangkan untuk tahap kedua akan dilakukan konstruksi pada tahun 2011 dengan kapasitas 3 juta ton, sehingga total pembangunan dari tahap pertama dan kedua dilakukan selama 5 tahun. Dari jumlah produksi ditahap kedua sebanyak 30% akan diekspor ke Vietnam untuk memenuhi pabrik baja Posco yang memproduksi baja hilir.
Lokasi pabrik baja patungan itu akan berada di Krakatau Industrial Estate Cilegon Banten, yang akan menempati lahan seluas 350 hektar.
Posco merupakan produsen baja terbesar di di Korea Selatan dengan kapasitas produksi baja 30,5 juta ton per tahun, sedangkan KS merupakan perusahaan baja pelat merah yang memproduksi baja terbesar di Indonesia hingga 2,5 juta ton per tahun.
(hen/ang)











































