"Mereka telah menyampaikan keinginan investasi ke kita, dua bulan lalu, belum detail yang disampaikan," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di kantor Kementerian BUMN, Rabu (4/8/2010).
Gita menjelaskan pihak Mittal sudah siap berinvestasi di Indonesia di luar investasi Mittal yang sudah ada di Indonesia. Ia pun belum bisa memastikan kalau masuknya Mittal melalui kerjasama dengan BUMN atau non BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gita, konsumsi baja per kapita baja di Indonesia yang masih rendah, ke depannya akan menjadi pasar yang besar. Sehingga tak mengherankan jika banyak investor baja dunia tertarik masuk ke Indonesia seperti Posco dan Mittal.
Sementara itu Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan sinyak kuat dari Mittal untuk masuk kembali ke Indonesia sangat besar. Setelah Posco resmi berkomitmen masuk ke Indonesia, setelah ini pemerintah akan mencoba memfokuskan pada Mittal.
"Kita minta joint dengan lokal, joint dengan swasta. Kita tahan dulu, supaya ini (Posco) jalan dulu," katanya.
Khusus dengan adanya investasi Posco Korsel di Indonesia, investasi ini akan meningkatkan pertumbuhan industri baja nasional bisa meningkat pertambahan pertumbuhan hingga 2%.
"Dengan adanya investasi Posco, kinerja industri nasional akan meningkat," katanya.
Seperti diketahui Posco berkomitmen berinvestasi hingga US$ 6 miliar melalui kerjasama dengan Krakatau Steel membentuk perusahaan pabrik patungan.
(hen/dnl)











































