Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg

Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg

- detikFinance
Rabu, 04 Agu 2010 16:34 WIB
Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji opsi-opsi untuk mengurangi disparitas harga elpiji 3 kg dengan elpiji 12 kg. Salah satu opsinya yaitu menaikkan harga elpiji 3 kg agar sama dengan harga elpiji 12 kg. Kemungkinan subsidi untuk elpiji 3 kg ini akan diberikan dalam bentuk kupon seperti program raskin.

"Kelihatannya akan ada semacam kupon kepada mereka sehingga harga elpiji 3 kg di pasar sama," ujar Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari dalam sebuah diskusi di Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (3/8/2010).

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan pada Senin (2/8/2010) lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo telah mengusulkan dua opsi untuk mengatasi disparitas harga kedua jenis elpiji tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua opsi itu yaitu menyesuaikan harga elpiji 3 kg agar sama dengan elpiji 12 kg, sementara opsi lainnya yaitu menurunkan elpiji 12 kg agar sama dengan elpiji 3 kg.

Dari hasil rapat koordinasi yang dihadiri dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kemenkokesra, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja, disimpulkan untuk lebih cenderung memiliki pendekatan alternatif pertama sebagai solusi untuk atasi disparitas harga tersebut.

Namun, ia mengaku, opsi-opsi tersebut masih belum diputuskan. Rencananya pada tanggal 9 Agustus mendatang, pemerintah akan membahas lebih lanjut soal pelaksanaan teknis jika opsi-opsi tersebut diterapkan.

Ia menyatakan, jika opsi yang terpilih adalah opsi menyesuaikan harga 3 kg, maka kemungkinan subsidi untuk elpiji 3 kg ini akan diberikan dalam bentuk kupon seperti program raskin.

"Dari perhitungan, konsepnya akan disesuaikan akan mengikuti program raskin yang selama ini berlangsung dan dinilai positif," jelasnya.

Ia menambahkan, upaya untuk mengatasi disparitas harga ini harus dilakukan karena berdasarkan data yang ada menunjukkan kecelakaan ledakan elpiji yang terjadi akhit-akhir ini karena adanya pengoplosan dari elpiji 3 kg ke elpiji 12 kg.

"Ini terjadi karena memang disparitas harga yang cukup signifikan antar elpiji 12 kg dengan 3 kg," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Pertamina Karen Agustiawan mengusulkan agar elpiji isi 12 kg ikut disubsidi pemerintah. Usulan ini disampaikan untuk menekan tingginya disparitas harga antara elpiji 3 kg dengan 12 kg sehingga tidak ada lagi pengoplosan.
(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads