Hal ini salah satunya dipicu pengurangan permintaan di negara-negara Asia karena pengurangan stimulus fiskal.
"Semester kedua menurut saya akan melandai," kata Mari di kantornya, Jakarta, Rabu (4/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya nilai ekspor non migas Indonesia ke China pada Mei 2010 mencapai US$ 1,5 miliar sedangkan bulan Juni 2010 tembus US$ 1,9 miliar.
"Memang sudah diperkirakan pertumbuhan RRT (China) lebih rendah dari tahun lalu karena pengurangan stimulus fiskal," katanya.
Menurutnya pertumbuhan komulatif ekspor non migas Indonesia per Januari-Juni 2010 mengalami peningkatan 38,4% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara periode Juli 2009-Juni 2010 mengalami kenaikan 18%.
"Kita optimis target (pertumbuhan ekspor) 7,5%-8% akan tercapai, bahkan bisa mungkin kita capai pertumbuhan 10-12%," jelas Mari.
(hen/dnl)










































