Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar perusahaan minyak Thailand yang menyebabkan tumpahan minyak di Laut Timor segera membayar ganti rugi untuk membantu masyarakat di sana.
Demikian hal itu diungkapkan oleh Presiden SBY dalam sambutan Rapat Kerja III Presiden RI dengan Para Menteri dan Gubernur se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/8/2010).
"Intensifkan negosiasi dan kerjasama sebaik-baiknya dengan pemerintah Australia dan Thailand. Saya ingin ada bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak dari tumpahan minyak yang mengganggu usaha mereka sehari hari," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat laporan 2 hari lalu negosiasi berlangsung dan ada progresnya," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sudah meminta uang muka (down payment/DP) pembayaran ganti rugi tumpahan minyak mentah di Laut Timor oleh operator ladang minyak Montara milik PT TEP Australasia senilai US$ 5 juta.
Hingga kini, total kerugian secara jangka panjang masih dihitung. Pemerintah juga telah melakukan pertemuan dengan perusahaan asal Thailand tersebut di Perth, untuk membahas soal pergantian ganti rugi yang ditanggung masyarakat Indonesia akibat tumpahan minyak tersebut. (ang/dnl)











































