Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat optimisme pelaku bisnis di triwulan II-2010 lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 104,23, sedangkan sebelumnya hanya 103,41.
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo, seluruh sektor ekonomi mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Jasa-jasa mengalami peningkatan bisnis tertinggi dengan nilai ITB sebesar 106,66, dan Sektor Industri Pengolahan mengalami peningkatan bisnis terendah dengan nilai ITB sebesar 102,30.
"Kondisi bisnis pada triwulan II-2010 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja," katanya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditargetkan, nilai ITB triwulan III-2010 sebesar 106,99, ini menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II-2010.
"Seluruh sektor ekonomi pada triwulan III-2010 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis, dan sektor pertanian diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Jabodetabek pada triwulan II-2010 sebesar 105,32, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan konsumen juga meningkat dibandingkan dengan triwulan I-2010 dengan nilai 102,58.
Menurutnya, kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan tingkat konsumsi, baik beberapa komoditi makanan maupun non makanan seperti biaya pendidikan, perumahan (listrik, telepon, dan air), transportasi, dan rekreasi.
Sementara, nilai ITK di Jabodetabek pada triwulan III-2010 diperkirakan sebesar 104,34, maka dari itu kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Meskipun demikian, tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan sedikit menurun dibandingkan Triwulan II-2010 dengan itk sebesar 105,32.
"Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2010 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan konsumen," ujarnya. (ang/dnl)











































