Demikian hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Istana Bogor, Kamis (5/8/2010).
"Inginnya Pertamina sih ke harga keekonomian. itu 1 kg sekitar Rp 7.826 saat ini. Kalau sekarang yang 12 kg dijual dengan harga kurang Rp 3.000 dari harga keekonomian. Jadi Pertamina ruginya sekitar Rp 3.000 per tabung," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti subsidinya tetep buat yang 3 kg, tapi saya belum tahu bentuknya. Kemarin ada wacana berupa BLT," ujarnya.
Menurut Karen, dana yang dibutuhkan untuk menyesuaikan harga sehingga menghilangkan disparitas per tabungnya sebanyak Rp 150.000, sudah termasuk harga regulator dan selang.
Selain itu, perusahaan pelat merah itu mengaku sudah menyisihkan sejumlah tabung yang sudah tidak layak pakai. Tabung-tabung itu akan dihancurkan untuk diganti dengan tabung baru.
"Kita periksa baik kebocoran, katup dan lain-lain. kalau memang enggak layak dipake, ya akan kita pinggirkan untuk enggak kita gunakan dan distribusikan," katanya.
(ang/dnl)











































