Jinakkan Rekening Liar dengan Akuntansi yang Baik

Jinakkan Rekening Liar dengan Akuntansi yang Baik

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2010 16:59 WIB
Jakarta - Kementerian Keuangan menyatakan dengan adanya akuntansi dalam pelaporan keuangan suatu lembaga atau badan dapat mengantisipasi tindak korupsi. Hal ini tidak hanya teori namun bisa dibuktikan dengan berbagai fenomena yang ada saat ini.

"Akuntansi tidak akan menghapuskan korupsi tapi akuntansi akan menyulitkan perbuatan korupsi," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao dalam konferensi pers di Hotel Santika, Kuta, Bali, Kamis (5/8/2010).

Menurut Hekinus, kesahihan dari pernyataan tersebut bukan dipastikan dari teori saja tetapi dengan fenemona yang terjadi beberapa waktu lalu sebelum adanya laporan keuangan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu belum ada LKPP banyak instansi minta anggaran, katakan Mentan minta bibit sapi, tapi engga ditanyakan berapa bibit yang dibeli. Sapinya di mana? Namun itu diamankankan kalau ada akuntansi dan neraca," tegasnya.

Hekinus mengakui, Menteri Keuangan sekalipun tidak tahu jumlah uang negara. Namun, dengan adanya perhitungan dengan akuntansi semua aliran dana bisa terjaring dalam suatu pembukuan sehingga tidak ada lagi yang namanya rekening liar.

"Yang perlu ditanyakan berapa isi laci di instansi. Tanpa akuntansi kita enggak bisa bicara liar atau enggak liar (rekening), dengan akuntansi kita bisa menata ulang dan terkaget dengan jumlah angkanya karena selama ini kita tidak mengetahuinya," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Hekinus, akuntansi dapat menjadi alat kontrol sehingga menyulitkan seseorang untuk melakukan korupsi.

"Akuntansi sarana bukan hanya info tapi juga alat kendali. Karena sekarang, orang korupsi bisa terang benderang (terlihat)," pungkasnya.

(nia/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads