"Akuntansi tidak akan menghapuskan korupsi tapi akuntansi akan menyulitkan perbuatan korupsi," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao dalam konferensi pers di Hotel Santika, Kuta, Bali, Kamis (5/8/2010).
Menurut Hekinus, kesahihan dari pernyataan tersebut bukan dipastikan dari teori saja tetapi dengan fenemona yang terjadi beberapa waktu lalu sebelum adanya laporan keuangan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hekinus mengakui, Menteri Keuangan sekalipun tidak tahu jumlah uang negara. Namun, dengan adanya perhitungan dengan akuntansi semua aliran dana bisa terjaring dalam suatu pembukuan sehingga tidak ada lagi yang namanya rekening liar.
"Yang perlu ditanyakan berapa isi laci di instansi. Tanpa akuntansi kita enggak bisa bicara liar atau enggak liar (rekening), dengan akuntansi kita bisa menata ulang dan terkaget dengan jumlah angkanya karena selama ini kita tidak mengetahuinya," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Hekinus, akuntansi dapat menjadi alat kontrol sehingga menyulitkan seseorang untuk melakukan korupsi.
"Akuntansi sarana bukan hanya info tapi juga alat kendali. Karena sekarang, orang korupsi bisa terang benderang (terlihat)," pungkasnya.
(nia/ang)










































