"Saya pikir semestinya di atas Rp 1 triliun. Kita tidak menghitung kerugian sekarang semata-mata, tapi dampak dari kerusakan dan proses pemulihannya yang memakan waktu," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
Frans ditemui wartawan usai usai penutupan Rapat Kerja III gabungan pemerintah pusat dan daerah. Berikut petikan wawancara yang berlangsung di Istana Bogor, Jumat (6/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita masih melakukan kajian dan hitungan untuk kemudian kita konsolidasikan dengan pemerintah pusat. Dari situ lalu kita akan mendapat satu data," jelasnya.
Pihak Pemprov juga bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk memantau langsung dampak tumpahan minyak yang berasal dari wilayah Australia akibat pekerjaan yang dilakukan perusahaan minyak asal Thailand.  Â
"Untuk sementara pemerintah daerah memberikan bantuan bantuan langsung agar mereka jangan sampai kolaps. Tapi itu kan tidak bisa terus menerus, dalam jangka panjang itu mesti ada program yang lebih," tukasnya.
(lh/dnl)










































