Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawady di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (6/8/2010).
"Fokus holtikultura. Manggis top. Nomor 1. Selama ini holtikultura maju, manggis," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengemasan, pengapalan. Sampai sekarang banyak yang busuk," jelasnya.
Selain manggis, produk holtikultura lain yang mengalami peningkatan ekspor adalah belimbing dan salak.
Sementara itu, menanggapai angka industri pengolahan yang rendah, lanjut Edy, karena terjadi 'perceraian' antara industri dengan produksi ekspor dan konsumsi.
"Terlalu jauh drastisnya. Kalau saya bilang dikapling, ada perceraian. Dulu industri kuat karena melekat. Artinya produk industri itu adalah ekspor. Begitupun sebaliknya," ucapnya.
Pada tahun 1980-an, seluruh produk ekspor merupakan produk industri. Sehingga saat angka permintaan luar negeri meningkat, pasti didukung oleh industri.
"Ekspor jalan sendiri, industri jalan sendiri karena primer. Konsumsi dalam negeri naik, barang impor tidak kedengaran," ungkapnya.
(wep/dnl)











































