"Secepatnya PLN kelola listrik Angkasa Pura (AP). Saya berharap PLN mengambil alih penanganan listrik di AP II. Seperti di istana kemarin, PLN yang menangani sendiri, sehingga terjadi kerjasama 2 badan usaha dan berkembang. Dan keduanya sudah sepakat antara AP dan PLN supaya tidak ada masalah lagi," jelasnya.
Mustafa mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan technical audit untuk melihat penyebab kedipan listrik (flicker) 1,7 detik yang terjadi Jumat (6/8/2010) pukul 04.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan memang menawarkan diri untuk menjadi pengelola listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini, listrik di bandara masih dikelola PT Angkasa Pura II, sementara PLN hanya bertugas menyalurkan listrik.
Dahlan mengatakan, usulan ini muncul karena saat listrik tiba-tiba padam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat lalu, masyarakat langsung menyalahkan PLN.
Namun, pada dasarnya ia memaklumi kalau seluruh penumpang dan publik yang menjadi korban padamnya listrik di bandara Soekarno Hatta, Jumat lalu, menghujat PLN karena publik tentu tidak tahu bagaimana pengelolaan listrik di bandara.
PLN akan menyiapkan pengamanan sampai 3 lapis di Bandara internasional itu untuk mencegah terjadinya pemadaman listrik kembali, yang membuat kacau jadwal penerbangan.
Pengamanan lapis pertama adalah memasok listrik ke bandara tidak akan hanya dari satu gardu induk (GI), tapi juga dari dua gardu induk yang berbeda.
Pengamanan lapis kedua, PLN akan menyediakan pembangkit khusus sebagai cadangan yang secara otomatis akan menggantikan daya listrik di bandara kalau pasokan yang sudah berlapis masih mengalami masalah.
Lapis ketiga, akan dipasang Uninterruptible Power Supply (UPS). UPS secara otomatis akan menggantikan tanpa kedip jika dua lapis pengamanan pertama dan kedua mengalami masalah.
(dnl/qom)











































