Hal ini disampaikan oleh Plt Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Mayjen TNI Syarifudin Tippe di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/8/2010).
"Triliunan setiap tahun akibat kebocoran lemahnya alustsista dalam mengawal. Betapa luasnya teritorial laut kita, dengan keterbatasan alutsista memungkinkan orang asing membawa SDA kita. Saya kurang tahu persis karena ada bolong-bolong tadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap dalam membangun alutsista sipil juga ikut, Bappenas, DPR, Kemenkeu, yang semuanya mengerti sehingga mereka ikut terlibat. Dari keberadaan alutsista oleh TNI, kita berharap bolong-bolong bisa ditutupi secara efektif," tandasnya.
Guru Besar FEUI Irzan Tandjung menyatakan banyaknya pulau di Indonesia merupakan suatu bentuk kelemahan apalagi tidak disertai dengan alat pertahanan yang memadai. Hal ini memberikan citra kepada dunia internasional bahwa pertahanan Indonesia lemah.
"Untuk itu kita harus perkuat image kemampuan TNI secara riil. Kita punya Pindad, Pal, dan Dirgantara. PAL kita dahsyat sebenarnya tapi kenapa kita nggak buat kapal," ujarnya pada kesempatan yang sama.
(nia/dnl)











































